Apakah Ada Istilah Bisnis dalam Islam ???

Sebagai orang Islam yang kesehariannya kita berbisnis, pasti kita bertanya-tanya tentang hal ini, adakah istilah bisnis dalam Islam ??

–          Ya pasti ada, dan jawabnya adalah “muamalah”

Menurut “Fiqih Muamalah, karangan Dr. H. Hendi Suhendi, MSi”, muamalah dibagi menjadi 2 bagian yaitu muamalah madiyah (berupa bendanya/objek bisnisnya) dan muamalah adabiyah (moral/akhlaq dalam berbisnis).

Dan pengertian muamalah itu sendiri, menurut bahasa/harfiyah artinya saling bertindak, saling berbuat, dan saling mengamalkan. Sedang menurut istilah, pengertian muamalah dibagi menjadi 2 macam, yaitu dalam arti luas dan dalam arti sempit. Definisi menurut para ahli dalam arti luas adalah sebagai berikut : a) Al Dimyati, muamalah adalah : “menghasilkan duniawi, supaya menajdi sebab suksesnya masalah ukhrawi”. b) Muhammad Yusuf Musa, muamalah adalah peraturan-peraturan  Allah SWT yang harus diikuti dan ditaati dalam hidup bermasyarakat untuk menjaga kepentingan manusia. c) Ibid, muamalah adalah segala peraturan yang diciptakan Allah untuk mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam hidup dan kehidupan. Jadi dalam arti luas meliputi semuanya dalam hubungan manusia dengan manusia lain.

Sedang definisi muamalah dalam arti sempit menurut para ulama’ adalah sebagai berikut, menurut : a) Hudlari Byk, muamalah adalah semua akad yang membolehkan manusia saling menukar manfaat. b) Idris Ahmad, muamalah adalah aturan-aturan Allah SWT yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam usahanya untuk mendapatkan alat-alat keperluan jasmaninya dengan cara yang baik. c) Rasyid Ridha, muamalah adalah tukar-menukar barang atau sesuatu yang bermanfaat dengan cara yang telah ditentukan. Jadi dalam arti sempit meliputi jual-beli, gadai, saham, pemindahan utang, dll.

Pembagian muamalah menurut Ibn ‘Abidin, fiqih muamalah terbagi menjadi lima bagian, yaitu :

  1. Muawadlah Maliyah (Hukum kebendaan)
  2. Munakahat (Hukum Perkawinan)
  3. Muhasanat (Hukum acara)
  4. Amanat dan ‘Aryah (Pinjaman)
  5. Tirkah (Harta Peninggalan)

Ruang lingkup Muamalah, ada 2 yaitu yang bersifat adabiyah meliputi ijab-qobul, saling meridhoi, tidak ada keterpaksaan dari salah satu pihak, hak dan kewajiban, kejujuran pedagang, penipuan, pemalsuan, penimbunan, dan segala sesuatu yang bersumber dari indra manusia yang berkaitan dengan peredaran harta dalam hidup bermasyarakat. Sedang yang bersifat madiyah meliputi jual-beli (al bai’-al tijarah), gadai (al-rahn), jaminan-tanggungan (kafalan-dloman), pemindahan utang (hiwalah), jatuh bangkrut (taflis), batasan bertindak (al hajru), perseroan / perkongsian (al syirkah), perseroan harta dan tenaga (al mudhorabah), sewa-menyewa (al ijarah), pemberian hak guna pakai (al’ariyah), barang titipan (al wadlit’ah), barang temuan (al luqotoh), garapan tanah (al mujara’ah), sewa-menyewa tanah (al mukhabarah), upah (ujrah al’amal), gugatan (al syuf’ah), sayembara (al-ji’alah), pembagian kekayaan bersamaan (al qismah), pemberian (al hibbah), pembebasan (al ibrah), damai (al shulhu), dan ditambah beberapa masalah mu’ashirah (muhaditsah) seperti masalah bunga bank, asuransi, kredit, dan masalah-masalah baru lainnya.

(fz)

happy wheels 2

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Comments

Latest Tweets

  • It seems like you forget type any of your Twitter OAuth Data.