Utang, Penjara, & Ustadz Bisnisman

Utang, Penjara, & Ustadz Bisnisman

Rumah Pengusaha.Com | Tiga sebutan di atas adalah tahapan perjalanan kesuksesan “Ustadz penggembar-gembor keajaiban sedekah” yang Lahir di Betawi 9 Desember 1976 yaitu Yusuf Mansur. Sebelum masa kecemerlangan & kesuksesan saat ini dengan wisata hati, Beliau pernah mengalami masa Jahiliyah di saat muda dengan keluar masuk penjara sebanyak 2 kali, penyebabnya adalah utang-piutang.

utang-piutang nya mencapai angka fantastis yaitu 1,6 Milyar yang berasal dari niat & semangat nya untuk memulai usaha saat duduk di bangku kuliah di IAIN jurusan Peradilan Agama.Sedangkan bidang usahanya di luar jurusan kuliahnya, yaitu bisnis komputer karena pengaruh teman kosnya “Luthfi” yang jago komputer. Usaha pertama yang dirintis tahun 1996 ini malah menghasilkan utang 1,6 M dan membawanya masuk buih selama 2 bulan. Setelah keluar dari buih, Beliau masih berambisi dan mencoba usaha lagi akan tetapi nasibnya masih sama, 2 tahun setelah keluar penjara Beliau kembali masuk buih (selama 14 hari) karena kasus yang sama. Di dalam penjara Beliau mengadukan kepada ALLAH SWT atas masalah-masalahnya dan menghabiskan waktu di penjara dengan menghafal AL Quran.

Selepas keluar Penjara tahun 1999, beliau masih bersemangat untuk usaha, kali ini dengan berjualan es kacang hijau di terminal Kalideres.Lantas Beliau bekerja di LSM setelah gagal berjaualan es. Akan tetapi disinilah awal kesuksesannya yaitu memulai karir dakwah saat bertemu dengan Ustadz Basyuni pemilik warung padang di terminal Kalideres dan dimintanya untuk mengajar mengaji di musholla terminal. Dan titik balik kesuksesan Yusuf Mansur, saat ia membuat buku “Wisata Hati Mencari Tuhan yang hilang” yang merupakan hasil perenungan selama di penjara. Ternyata bukunya laris manis di pasaran, dan diundang ceramah dimana-mana.Dan nama Yusuf Mansur semakin terkenal setelah kisah perjalanan spiritualnya diangkat di salah satu TV swasta. Dari sini pula beliau memulai menyewa sepetak tanah 80m untuk dijadikan pesantren Darul Quran serta memelihara 8 anak yatim. Meskipun demikian sampai tahun 2003 (7 tahun) utangnya 1,6 M belum juga terlunasi.

Utangnya baru terlunasi pada tahun 2005 (setelah penantian 9 tahun), yaitu tidak lama setelah Pesantren Darul Quran dibangun, dan saat Beliau mendapatkan kontrak bintang iklan di salah satu Bank dengan bayaran 2 Milyar. Sisa uangnya 400 juta disedekahkan. Seteleh itu tidak disangka pada tahun depannya 2006 Beliau kontrak di salah satu TV nilai kontraknya yg nyaris 2 Milyar, ditambah lagi sumbangan dari sejumlah pihak. Akhirnya Pesantren Darul Quran & Wisata Hati semakin tersebar di pelbagai daerah di Indonesia dengan berbagai programnya yang telah sukses seperti Wisuda Akbar dan lainnya.

Selain itu Beliau Ustadz Yusuf Mansur telah berjalan patungan usaha dengan mengumpulkan uang dari masyarakat (investasi) dan terakhir telah mencapai 24 Milyar. Dari dana investasi ini akan dikelola untuk bisnis Hotel Islami. Selain itu Beliau juga ahli dalam menggalang dana baik dalam negeri maupun luar negeri. Seperti beberapa waktu yang lalu saat ia membuat heboh dengan berita yang mesti menghadapi pemeriksaan bea cukai di Pelabuhan Internasional Batam Center karena menenteng 2 koper uang tunai yang merupakan sedekah dari jamaah di  Malaysia & Singapura, dan akhirnya terselesaikan.

Sungguh Luar biasa hikmah pelajaran yang bisa diambil dari sosok Ustadz Bisnisman yang satu ini. Mudah-mudahan kita bisa mengikuti kesuksesan Beliau. Semoga Sukses Selalu buat Anda  Sekalian.

(Fauzan/M.detik)

happy wheels 2

Latest Tweets

  • It seems like you forget type any of your Twitter OAuth Data.