
rumahpengusaha.com : Jakarta -l
Green Impact 2026 Mengiringi Rangkaian Momentum Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Sekber Wartawan Indonesia (DPP SWI) Periode 2026-2031 bertempat Grand Ballroom United Teactors (UT) Jalan Raya Bekasi KM.22 Cakung Jakarta Timur, pada minggu (19/07/2026).
Dalam Momentum Pelantikan Pengurus DPP SWI juga mengemas sebuah rangkaian kegiatan dengan bertemakan menguatkan solidaritas wartawan, membangun organisasi yang profesional, berintegritas dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan zaman di era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks.
Pelantikan ini adalah bukti nyata bahwa eksistensi SWI terus berkibar mengepakkan sayapnya hingga ke pelosok negeri dengan ikon khasnya Ngobrol Pintar dan Inspiratif (Ngopi) bareng.
Ketua Umum SWI H.Iskandar, S.Sos., Sekretaris Jenderal Herry Budiman, Bendahara Umum Anwar Nurdin, S.H., M.H.,CLA., CPM.,CBC yang didampingi oleh Ketua Dewan Etik Eddie Karsito, para Pembina dan Penasehat serta para pengurus struktural DPP SWI Periode 2026-2031.
H.Iskandar dalam sambutannya menyerukan kepada pengurus DPP SWI yang baru saja dilantik agar senantiasa menjaga nama baik SWI juga mampu mengimplementasikannya atas sumpah dan janji yang telah di ikrarkan serta mampu menjaga amanah yang diemban kepada seluruh pengurus DPP SWI.
“Kita harus menjaga marwah, yang baru saja di ucapkan sumpah dan janji, ini harapan saya,”tegasnya.
Rangkaian pelantikan pengurus DPP SWI ini juga dikemas dengan berbagai kegiatan yang tak kalah penting dengan mempresentasikan terkait literasi hukum bijak bermedsos dan juga Ngopi Bareng terkait lingkungan hidup dengan “Tema Sampah Jadi Cuan”.
Kegiatan Ngopi Bareng itu menegaskan bahwa SWI juga memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah, yang masih menjadi momok bagi sejumlah daerah di Indonesia.
Dalam arahannya, Ketum SWI Iskandar menyampaikan dari panggung SWI Green Impact 2026 ini, anggota SWI seluruh Indonesia didorong berbuat aksi nyata dengan menjadi pelopor ekonomi sirkular di daerah masing-masing.
“Kita harus berani dalam hal ini, SWI harus menjadi pelopor gerakan ekonomi sirkular, dengan mengubah sampah manjadi cuan,” ujarnya.
Limbah tidak lagi dianggap sebagai sampah akhir, melainkan bahan baku atau sumber daya baru untuk siklus produksi selanjutnya.
Menurut Iskandar, sebenarnya bukan hanya sampahnya yang diolah tapi manusianya sendiri juga yang harus memiliki kesadaran tinggi terhadap penanganan sampah.
“Sebenarnya bukan sampah yang kita olah, tapi kita sebagai manusianya juga perlu sadar diri mengelola sampahnya. Kita SWI harus menjadi pelopor disetiap daerah, itu yang kita harapkan,” imbuhnya.
Ia pun meminta kepada DPW dan DPD yang hadir, untuk mendukung gerakan SWI Green Impact ini. Pasalnya, itu bukanlah wacana namun harus dimplementasikan atau diwujudkan.
“Saya mohon kepada seluruh wartawan yang di SWI maupun yang lain, mohon dukungannya bahwa gerakan SWI seluruh Indonesia ini nyata, tidak hanya omon-omon saja,” ucapnya.
Tak lupa Iskandar menyampaikan terima kasih kepada Pengurus DPW dan DPD SWI, organisasi masyarakat, pelaku UMKM, Aktifis Lingkungan Depok Didiet, Ketua PWOIN Depok Benny Gerungan, Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) dan perwakilan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang menghadiri kegiatan tersebut.
Serta United Tractors, Apmiso, Yayasan Nur Iskandar Abadi, Vita Catering dan Plasticpay, yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.
Dalam Ngobrol Pintar dan Inspiratif (Ngopi) bareng, SWI menghadirkan Nara Sumber Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Prof. Popy Rufaidah, S.E., MBA., Ph.D., Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Agus Rusli, S.Pi., M.Si. dan Staf Penggalangan Dukungan Publik (Publik Engagement) Eksekutif Nasional WALHI atau Eknas WALHI.
Kegiatan Ngopi bareng yang merupakan ikon SWI itu, menggagas gerakan pengurangan dan pemanfaatan sampah, agar sampah tidak lagi menjadi menjadi beban namun sebagai solusi mendapatkan uang.
Sedangkan dalam kegiatan Literasi Hukum yang dibawakan oleh Ketua Yayasan Bantuan Hukum Mata Pena Keadilan Omega DR Tahun, S.H., S.K.N., M.H., M.Kes, SWI menggugah masyarakat agar bijak dalam bermedsos, sehingga terhindar dari jerat UU ITE.
Pasalnya, bebas berpendapat bukan berarti bebas tanpa batas, karena setiap jempol yang mengetik di Medsos menyimpan tanggung jawab hukum.
Pada kesempatan itu juga hadir perwakilan SWI dari berbagai Wilayah dan Daerah diantaranya, DPW Kalimantan Selatan Ketua Sugiannor cs, DPW Kalimantan Tengah Ketua Wahyudi cs, DPW Jambi Ketua M.Muslim cs, DPW Jateng Ketua Andre Once, DPW Sumut Azhari, DPW Jabar Ketua Edi Suprapto cs, DPD Depok Ketua yenni cs, DPD Karawang Ketua A.Yusup cs, DPD Ciamis Ketua Yeyep cs, DPD Sukabumi Iin, DPD Tasik Deden dan DPD Kab.Tangerang Ketua Karjoni cs.
(Red/Gun).