*Seruan Gerakan Menabung Rumen untuk Pertanian Organik Indonesia
Penulus:
Rochmad T
Rumahpengusaha.com. -Kudus I Momentum Iduladha bukan hanya tentang ibadah penyembelihan hewan kurban dan berbagi daging kepada sesama. Lebih dari itu, ada potensi besar yang selama ini sering terabaikan bahkan dibuang begitu saja, yaitu rumen atau isi perut ternak ruminansia seperti sapi dan kambing.
Padahal, di balik aroma dan bentuknya yang dianggap limbah, tersimpan kekayaan mikroorganisme alami yang luar biasa manfaatnya bagi pertanian organik. Karena itulah, kami mengajak seluruh petani, peternak, panitia kurban, masjid, yayasan, pesantren, komunitas lingkungan, dan masyarakat Indonesia untuk memulai:
GERAKAN MENABUNG RUMEN
“Dari Limbah Menjadi Berkah”
Seruan ini digerakkan oleh Ketua dan Koordinator BSM Angkatan 37 Mahasiswa Fakultas Pertanian S2 Agronomi UGJ, bersama Owner BG Farm Kudus sekaligus Koordinator Paguyuban Petani Persaudaraan Pati Raya Rochmad Taufiq, yang saat ini telah mengikuti asesmen tanaman organik di BBPP Lembang.
Menurut hasil berbagai riset dan praktik lapangan pertanian organik, rumen memiliki kandungan mikroba dan nutrisi super yang sangat bermanfaat untuk mempercepat pengomposan, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan populasi bakteri baik, hingga membantu fermentasi pakan ternak.
Bahkan, menurut praktisi organik Mr. Moko, jika diolah dengan benar, rumen bisa menjadi “emas hijau” yang nilainya dapat mengalahkan harga sapi itu sendiri. Ironisnya, selama ini emas hijau tersebut justru banyak dibuang dan mencemari lingkungan.
Karena itu, kami menyerukan kepada seluruh panitia kurban di masjid, mushola, yayasan, sekolah, pondok pesantren, maupun komunitas masyarakat:
JANGAN BUANG RUMEN KURBAN!
Mari ditampung, dikumpulkan, dan diolah menjadi pupuk organik serta aktivator hayati untuk pertanian rakyat.
Jika khawatir bau saat penyimpanan, solusinya sederhana:
Campurkan air leri (air cucian beras)
Atau semprot dengan booster hayati seperti Super Vit
Maka segera siapkan:
- Tong besar
- Drum penampungan
- Wadah fermentasi
di setiap lokasi penyembelihan hewan kurban.
Gerakan ini bukan hanya tentang limbah, tetapi tentang masa depan pertanian Indonesia yang lebih sehat, mandiri, hemat pupuk kimia, dan ramah lingkungan.
Manfaat Rumen untuk Pertanian Organik:
- Mempercepat pengomposan bahan organik
- Menambah mikroba baik dalam tanah
- Mengurangi ketergantungan pupuk kimia
- Memperbaiki kesuburan tanah
- Membantu fermentasi pakan ternak
- Menghidupkan kembali ekosistem tanah
- Mengurangi pencemaran lingkungan
Inilah semangat ekonomi sirkular dan pertanian terpadu berbasis gotong royong rakyat. Apa yang dulu dianggap limbah, kini bisa menjadi sumber kehidupan baru bagi tanah, tanaman, dan ketahanan pangan bangsa.
Mari jadikan musim kurban tahun ini bukan hanya musim berbagi daging, tetapi juga musim kebangkitan pupuk organik rakyat Indonesia.
Dari rumen lahir harapan.
Dari limbah tumbuh keberkahan.
Dari gotong royong lahir kemandirian pangan.
“Salam santun penuh manfaat dari BG Farm Kudus” Ujar Rochmad Taufiq. ( RT/Red)

